Cari Blog Ini

Jumat, 03 Januari 2020

JABODETABEK BANJIR

Banjir Jakarta: Normamannab1010@gmail.comlisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat Kompas.com - 02/01/2020, 16:46 WIB BAGIKAN: Komentar (37) Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR) Penulis Dani Prabowo | Editor Bayu Galih JAKARTA, KOMPAS.com – Tingginya curah hujan hingga level ekstrem disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek pada Rabu (1/1/2020). Selain itu, banjir juga disinyalir terjadi akibat tidak dilanjutkannya program normalisasi sungai yang melewati wilayah DKI Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu kegiatan normalisasi yang dilakukan yakni terhadap Sungai Ciliwung. Namun, dari 33 kilometer rencana normalisasi, baru 16 kilometer yang kini telah tertangani. "Dari 16 kilometer itu kalau kita lihat, Insya Allah, aman dari luapan. Tapi yang belum dinormalisasi tergenang," kata Basuki saat memberikan keterangan usai meninjau sejumlah lokasi banjir di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu sore. Baca juga: Kepada Anies, Menteri Basuki Sampaikan 17 dari 33 Km Kali Ciliwung Belum Dinormalisasi Normalisasi sendiri awalnya merupakan program pengendalian banjir yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Khusus Ibu Kota DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perda itu mengamanatkan pengembangan prasarana pengendalian banjir dan drainase, salah satunya dilakukan dengan normalisasi aliran 13 sungai. Aturan kegiatan normalisasi kemudian kembali ditegaskan di dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Baca juga: Jangan Bandingkan Normalisasi dan Naturalisasi! Dalam aturan tersebut, normalisasi didefiniskan sebagai sebuah metode penyediaan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Kegiatan ini dilakukan karena kapasitas sungai yang mengecil akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik, dan penyalahgunaan untuk permukiman. Pemerintah pusat pun sejak 2014 ikut andil membantu Pemprov DKI dalam upaya pengendalian banjir. Baca juga: Update, BNPB: 16 Meninggal akibat Banjir Jabodetabek, 8 di Jakarta Salah satunya yakni dengan cara pengerukan untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheetpile atau batu kali (dinding turap) untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul. Halaman: 1 2 3 4 5 Show All Baca tentang Banjir Jakarta, Tangerang, Bekasi Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Jakarta: Normalisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/02/16464381/banjir-jakarta-normalisasi-yang-terhambat-dan-hasil-naturalisasi-yang-belum.
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Bayu Galih

MAKNA NATAL

MAKNA NATAL

RENUNGAN PAGI: Filipi 2:5-8

Merayakan Hari Natal sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang Kristen. Oleh karena itu seringkali makna Natal yang sesungguhnya tidak lagi begitu dipedulikan. Maka wajarlah bila perayaan Hari Natal itu tidak lagi membawa perubahan apa-apa bagi mereka, kecuali keletihan dan anggaran keuangan yang semakin menipis.
Hari Natal memang sudah biasa dirayakan, tetapi sebenarnya Hari Natal tetap merupakan hari yang luar biasa. Hari Natal mengingatkan orang-orang percaya bahwa Allah pernah datang ke dalam sejarah umat manusia. Hari Natal bukan sekedar merayakan hari lahirnya seorang bayi yang bernama Yesus, tetapi mengingatkan umat manusia bahwa Allah telah berinkarnasi menjadi manusia untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang berdosa.
Pada Hari Natal hendaknya setiap umat Tuhan tidak hanya berpesta ria, tetapi perlu pula menyisihkan waktu untuk merenungkan secara mendalam akan makna yang terkandung dalam inkarnasi Tuhan Yesus.
Allah berfirman melalui Rasul Paulus, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil. 2 : 5 – 8). Firman Tuhan itu berseru kepada setiap orang percaya untuk meneladani Tuhan Yesus Kristus yang telah berinkarnasi pada Hari Natal.
1.  TUHAN YESUS TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
Tuhan Yesus yang di dalam hati dan pikiran-Nya tidak hanya mementingkan diri sendiri, perlu diteladani.
Manusia berdosa yang egois dan egosentris cenderung hanya memikirkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Kalaupun ia memperhatikan orang lain, seringkali itu dikarenakan dua hal: orang lain itu dapat menguntungkan dirinya atau sebaliknya telah merugikan dirinya. Jadi dengan kata lain, ia memperhatikan orang lain hanya semata-mata demi dirinya sendiri.
Sebagai orang-orang yang telah lebih dahulu dikasihi, diselamatkan dan diperbaharui oleh Tuhan Yesus, apakah Anda masih hidup dalam keadaan yang egois dan egosentris? Seharusnya tidaklah demikian! Teladan Tuhan Yesus dalam memikirkan orang lain dan bukan hanya memikirkan diri sendiri harus dicontoh oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya.
2.   TUHAN YESUS DATANG UNTUK MELAYANI
Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk melayani. Hal ini harus diteladani pula! Sebab memikirkan orang lain secara abstrak saja tidaklah cukup, tetapi harus ada tindakan nyata untuk mewujudkannya. Kalaupun Tuhan Yesus, yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan itu, mau datang ke dalam dunia yang hina dan penuh dosa ini, sesungguhnya hal itu sudah merupakan penghargaan yang tiada tara bagi manusia nista. Tetapi yang dilakukannya jauh lebih besar… Ia rela datang untuk melayani (Mat. 20:28).
Apakah manusia bila dibanding dengan Dia yang Mahakudus dan mahamulia? Bila Tuhan Yesus datang ke dalam dunia bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, tidakkah kita sebagai murid-murid-Nya harus melayani dengan lebih sungguh lagi?
Banyak orang yang membutuhkan pelayanan kita, baik saudara-saudara seiman maupun orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Marilah kita melayani dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budi kita serta sesuai dengan kemampuan dan talenta yang ada pada kita.
3.  TUHAN YESUS RELA MENGORBANKAN DIRI
Tuhan Yesus rela berkorban demi umat manusia. Dengan kerelaan-Nya untuk berinkarnasi menjadi manusia, sebenarnya Tuhan Yesus telah memberikan pengorbanan yang besar. Ia tidak terbatas rela menjadi terbatas; Ia yang Mahakaya rela menjadi miskin; Ia yang Mahakuasa dan Mahamulia rela menjadi pelayan. Bukanlah semuanya itu telah menunjukkan suatu pengorbanan yang sangat besar?
Tetapi pengorbanan yang Tuhan Yesus berikan jauh melebihi semuanya itu! Ia rela mati di atas kayu salib demi penebusan dosa umat manusia yang seharusnya binasa. Segala hukuman dan derita yang seharusnya diterima oleh umat manusia telah dipikul-Nya sendiri di atas kayu salib, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tuhan Yesus datang ke dunia pada hari Natal adalah untuk menebus dosa manusia melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
Pelayanan yang berarti senantiasa menuntut adanya pengorbanan. Pengorbanan Kristus yang tiada taranya itu telah membuka lembaran baru bagi manusia. Ia memberi kehidupan yang penuh pengharapan bagi manusia yang sudah tak berpengharapan.
Bagaimana respon Saudara dan saya, orang-orang yang telah diselamatkan-Nya? Apakah ada kerelaan di hati kita untuk berkorban bagi Tuhan, pelayanan dan sesama manusia?  Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang terindah dalam hal kerelaan berkorban. Tidakkah kita mau meneladani-Nya?
Bagaimana kita menghadapi Hari Natal yang merupakan peringatan akan inkarnasi Tuhan Yesus? Mungkin saja Hari Natal ini akan berlalu seperti tahun-tahun kemarin tanpa memberikan dampak dan perubahan yang berarti dalam hidup kita. Tetapi bukan tidak mungkin Hari Natal kali ini mendatangkan berkat Tuhan dan dampak positif dalam hidup kita. Semua itu terpulang kepada bagaimana kita melalui Hari Natal dan bagaimana pula respon kita terhadap Yesus Kristus yang telah berinkarnasi di Hari Natal.

Kamis, 15 Juni 2017

Tentang Hak Angket DPR:
Bila hak angket DPR, semata-mata hanya utk Pelemahan KPK, maka: "HAL TERSEBUT TELAH MELANGGAR UU"
Oleh sebab itu, lebih baik DPR saja yang BUBAR; Suatu Negara tdk mutlak hrs Ada PARLEMENT...!!!!!!
POLITIK

Rabu, 03 Februari 2016

HORAAAAAS........!!!

Ingatan Ayah Mirna pada Peristiwa 6 Januari di RS Abdi Waluyo
Rabu, 3 Februari 2016 | 09:28 WIB  
2775
Shares

Dian Ardiahanni/Kompas.com
Dermawan Salihin, Ayah Wayan Mirna Salihin (27) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (28/1/2016).
Terkait
Pengacara Jessica: Tidak Ada Motif Warisan Hilangnya Simpul Utama Kasus Pembunuhan Mirna Soal Praperadilan dan Keanehan Sikap Kuasa Hukum Jessica Isi WhatsApp Jessica kepada Mirna yang Kejutkan Dermawan Pembunuhan Mirna Bikin Orang Penasaran Cicipi Es Kopi Vietnam di Olivier

JAKARTA, KOMPAS.com — Dermawan Salihin menceritakan peristiwa pada 6 Januari 2016 saat menemukan putrinya, Wayan Mirna Salihin (27), meninggal di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Dermawan menceritakan rentetan kejadiannya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (2/2/2016) malam.

Pria yang kerap memakai kemeja putih itu menceritakan, dia mendapat informasi bahwa Mirna berada di RS saat berada di Tomang. Dia mendapat informasi itu dari istrinya.

Dia pun menuju ke RS Abdi Waluyo. Sesampainya di sana, Dermawan mengaku kaget melihat tubuh putri sulungnya kaku tak bergerak.

Dia tidak menyangka, anaknya yang sehat-sehat saja saat terakhir bertemu kondisinya sudah tak bernyawa.

"Saya berusaha kasih napas buatan. Saya bilang, 'Mir, bangun, ini papa, mending papa yang mati, kamu hidup, daripada kamu yang mati,'" kata Dermawan.

Namun, upayanya sia-sia. Mirna telah meninggal.

Tiba-tiba, kata Dermawan, ada perempuan yang menyapanya.

"Dengan tenang, dia bilang, 'Om, Mirna meninggal ya. Cantik ya,'" cerita Dermawan.

"Kamu siapa?" tanya Dermawan.

"Saya Jessica."

"Dia minum apa?"

"Kopi vietnam."

Dermawan mengaku melihat bibir Mirna hitam. Dia menduga anaknya keracunan.

Setelah itu, Dermawan meminta menantunya, Arief, untuk kembali membeli kopi yang sama seperti yang diminum Mirna di Kafe Olivier, Grand Indonesia.

Setelah Arief kembali dengan kopi sejenis dengan yang diminum Mirna, Dermawan mengaku meminum kopi tersebut. Ia kemudian menghampiri Jessica.

"Saya samperin, dia panik. Tiba-tiba, napasnya tersengal-sengal. Saya tanya, 'Kamu kenapa?' Tetapi, dia enggak jawab. Napasnya masih tersengal-sengal."

"Saya tanya, kamu minum apa. Dia jawab, 'Saya minum air mineral.' Ada banyak saksinya dia ngomong itu."

Lalu, Dermawan melihat Hani. Dia menanyakan apa yang diminum Hani.

"Hani, kamu minum apa? Hani bilang, 'Saya enggak minum, yang minum dua-duanya Jessica.'"

Dermawan baru mengetahui belakangan bahwa Jessica memesan koktail.

"Asisten saya berusaha menenangkan Jessica yang masih kaya sesak napas. Jangan-jangan dia asma."

"Tiba-tiba, dia bangun, jalan, dia kesandung, dia lompat. Kalau orang sakit, kesandung, pasti jatuh. Ini dia loncat."

"Nih anak enggak sakit, batin saya. Dia tenang sambil muter-muter. Di sana sudah banyak teman-teman Mirna yang datang. Semua menangis, cuma dia yang enggak menangis," kata Dermawan.

Senin, 17 Juni 2013

APA KATA BASUKI WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA TENTANG SEKOLAH ANAK ORANG KAYA..?

Anak Orang Kaya Punya Alphard, Masuk Al Azhar

 Dibaca: 364794   Komentar : 455
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mengunjungi SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2012).
JAKARTA,— Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak boleh ada pungli di sekolah unggulan milik Pemprov DKI, SMA MH Thamrin. SMA tersebut harus mendukung anak kurang mampu, bukan menampung orang kaya.

Basuki menegaskan, anak kurang beruntung secara ekonomi meski dengan IQ pas-pasan harus diperbolehkan masuk ke sekolah tersebut. Sebab, negara yang membiayai sekolah tersebut.

"Filosofinya, semakin kurang beruntung nasib seorang anak karena penghasilan bapaknya rendah sekali, gizinya kurang, IQ-nya pas saja untuk tidak dikatakan idiot, masukkan dia ke sekolah unggulan tersebut. Karena itu negara yang bayar," kata pria yang akrab disapa Ahok itu dalam video di Youtube berjudul "14 Nov 2012 Wagub Bpk Basuki T Purnama menerima paparan Dinas Pendidikan".

"Jika anak orang kaya punya Alphard, sekolah aja di Al Azhar. Anak saya pun tidak boleh sekolah di MHT karena MHT didirikan untuk anak-anak tidak mampu supaya mereka bisa mengubah nasib untuk masa yang akan datang. Jadi, jangan dibalik," ujar Basuki lagi.

Meski begitu, Basuki mempersilakan jika orangtua murid ingin memberi sumbangan atau iuran. Namun, tidak boleh dikelola oleh pihak sekolah dan harus disetor ke kas daerah.

"Silakan MHT tentukan iurannya mau berapa. Kalau dia mau bikin iuran, diserahkan ke APBD untuk dikelola lagi. Jadi, tidak ada lagi komite urusan iuran," ujarnya.

Jika ada anak tidak mampu untuk membayar iuran, kata Basuki, Pemprov DKI yang akan membayarkan.

"Kalau maunya saya Pak, MHT ini 100 persen untuk anak-anak tidak mampu," ujar Basuki.
Sebelumnya, Ketua Komite Sekolah SMA MH Thamrin mengungkapkan bahwa pihak sekolah mengenakanRp 30 juta per tahun untuk satu orang siswa saat pertemuan dengan Wakil Gubernur, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Komite Sekolah, dan pihak SMA MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Dedi yang mewakili 195 murid yang mengenyam pendidikan di sekolah unggulan tersebut merasa keberatan atas pungutan tambahan dari pihak sekolah. Padahal, pada saat pendaftaran masuk sekolah, iklan sekolah di internet menyebutkan bahwa sekolah tersebut ditanggung oleh APBD.

APBD untuk sekolah tersebut senilai Rp 3,7 miliar untuk tahun 2012/2013. Sementara itu, dana yang ditarik dari orangtua murid Rp 7,85 miliar per tahun. Artinya, dana orangtua lebih besar 213 persen dari APBD.

DPRD MEMANG OON...!!!

DPRD Minta Jokowi Kurangi Jalan-jalan

 Dibaca: 348561   Komentar : 1745
KOMPAS/LASTI KURNIA
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi Terminal Kampung Melayu, J Jakarta, Rabu (17/10/2012). Pada hari kedua masa kerjanya, Joko Widodo yang akbrab dipanggil Jokowi sidak ke sejumlah terminal di Jakarta .
JAKARTA,— Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diminta untuk tidak terlalu sering turun ke lapangan dan lebih memikirkan sejumlah permasalahan lain yang lebih penting. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin meminta Jokowi agar memperhatikan nasib Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Menurut Nurdin, persoalan Blok A Tanah Abang lebih krusial ketimbang jalan-jalan ke lokasi permukiman warga. "Jangan sampai Blok A Pasar Tanah Abang jatuh ke tangan swasta. Ini persoalan bisnis dan Blok A itu aset Pemprov DKI. Kalau bisa, kurangi sedikit jalan-jalannya, lihat berkas lama PD Pasar Jaya," ujar Nurdin, Jumat (19/10/2012).

Politisi PKS itu mendesak Jokowi segera mengambil langkah nyata demi menyelamatkan Blok A Pasar Tanah Abang. Menurutnya, Jokowi harus memberikan opininya sehingga bisa menyelamatkan Blok A.
Sebagai catatan, Blok A Pasar Tanah Abang terancam terlepas dari tangan Pemprov DKI karena PT Priamanaya Djan International (PT PDI) telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, persoalan tersebut terkait perjanjian kerja sama antara PD Pasar Jaya dan PT PDI yang seharusnya berakhir pada 2008, lalu diperpanjang hingga 16 Desember 2009, dan kemudian status quo hingga 1 April 2011.
Persoalan ini juga sudah diaudit investigatif oleh Badan Pengelola Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dari audit yang terbit pada 26 Maret 2012, ada indikasi kerugian negara dari pendapatan yang tidak dapat direalisasi sekurang-kurangnya Rp 179,56 miliar. Selain itu, kerugian juga ditimbulkan karena tertundanya kesempatan Pasar Jaya untuk mengelola Pasar Blok A.
Jokowi yang sempat ditanya mengenai persoalan ini mengaku belum mengetahui akar permasalahan sengketa kepemilikan Blok A Tanah Abang itu. "Saya tidak tahu. Masalah di Jakarta banyak sekali. Saya harus pelajari satu-satu, baru saya bisa komentar,"