Cari Blog Ini

Selasa, 07 September 2010

Perampokan Truk di Jalur Mudik Wonosari-Yogyakarta

Gunung Kidul (ANTARA) - Seorang pengemudi truk diduga menjadi korban perampokan oleh dua orang bersepeda motor di jalur mudik Wonosari-Yogyakarta pada Senin, pukul 18.10 WIB.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Gunung Kidul,Daerah Istimewa Yogyakarta, AKP. Widy Saputra, di sela-sela penyidikan korban perampokan di Polsek Patuk, Gunung Kidul, mengatakan telah menerima laporan adanya korban perampokan yang menimpa pengemudi truk di jalur utama mudik Wonosari-Yogyakarta.
"Pengemudi truk bernama Rubiyanto (26) warga Mentel, 03/03, Argosari, Tepus menjadi korban perampokan oleh dua orang berkendara sepeda motor Yamaha Yupiter warna merah pada jalan Wonosari-Yogyakarta atau tepatnya di dusun Putat Wetan, Desa Putat, Kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, sekitar pukul 18.10 WIB," katanya.
Dia mengatakan dari kasus perampokan tersebut, korban mengalami kerugian uang sebanyak Rp15 juta dan mengalami luka sayatan di lengan kiri dengan panjang sekitar 6 centimeter, kedalaman sekitar 0,5 centimeter.
Kejadian bermula ketika korban yang mengemudikan sebuah truk bernomor polisi R 1571 NB bersama anak perempuannya, Wanda (4), dari arah Wonosari menuju Yogyakarta berhenti di tempat yang sepi karena anaknya tersebut merasa sakit perut dan hendak buang air kecil.
Setelah korban berhenti dan turun di sebelah kiri truk dengan menggendong anaknya, tiba-tiba dari arah belakang datang dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Yupiter berwarna merah menabrak bagian belakang truk.
"Korban dan tersangka terlibat percekcokan karena meminta ganti rugi, namun tiba-tiba salah satu pengendara sepeda motor menendang kaki kiri korban sampai terjatuh dan mengeluarkan sebilah pisau dapur dan berusaha menusuk korban," kata Widy menirukan keterangan korban.
Setelah terjatuh, korban akan ditusuk namun berhasil ditangkis sehingga melukai lengan sebelah kiri. "Anak korban kemudian disandera sementara pelaku lainnya mengobrak-abrik daskboard truk dan menemukan uang sebanyak Rp15 juta."katanya.
Tersangka dengan membawa uang tersebut kemudian melarikan diri ke arah Yogyakarta. Kedua tersangka mengenakan jaket warna hitam dan yang satunya mengenakan jaket warna coklat, mengenakan kaos tangan semua, dan memakai helm, berlogat Jawa Banyumasan namun plat nomor sepeda motor tidak sempat dicatat korban.
Lima menit setelah kejadian, korban menghadang bis arah Wonosari kemudian turun di pos Polisi Sambi untuk melaporkan kejadian perampokan tersebut. "Mendapat laporan tersebut kemudian petugas penjaga pos melaporkan kejadian ke Polsek Pathuk untuk kemudian dilakukan penyelidikan ke tempat kejadian,"katanya.
Menurut dia, dari keterangan korban uang yang dirampok akan digunakan untuk melunasi pembayaran truk miliknya yang masih kurang Rp11 juta.
Widy mengatakan akan mendalami laporan korban untuk mengetahui modus yang terjadi sebenarnya, apakah pencurian dengan kekerasan atau perampokan karena kemungkinan ada motif-motif lain dibelakang kejadian tersebut.
Dari kejadian tersebut, Widy Saputro, mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemudik untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kalau hendak beristirahat jangan di tempat yang sepi. "Pemudik yang hendak beristirahat dapat mencari tempat yang ramai atau di pos pengamanan jalur muidk,"katanya.
Sementara itu, korban perampokan, Rubiyanto, mengatakan merasa dibuntuti orang dengan sepeda motor tersebut sejak dari simpang tiga Gading, Playen.
"Pengendara sepeda motor yang berboncengan tersebut menguntit saya sejak dari pertigaan Gading, mereka ketika menyalip kemudian pelan dan mengiringi truk yang saya kendarai kemudian sampai di Putat ketika saya berhenti mereka menabrak bagian belakang truk saya dan terjadilah perampokan tersebut," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar