Cari Blog Ini

Kamis, 30 Mei 2013

DPRD Solok Ditemukan

Rombongan Ketua DPRD Solok Ditemukan

  • Kamis, 30 Mei 2013 | 07:56 WIB
Petugas SAR gabungan dibantu anggota masyarakat, Selasa (28/5/2013) mulai memasuki kawasan Bukit Barisan dari perkampungan Pasar Lalang, Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka bakal mencari 34 anggota rombongan lintas alam yang hingga Selasa sore belum ditemukan. | 
PADANG, KOMPAS.com — Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Syafri Datuk Siri Marajo, bersama 20 orang yang hilang beberapa hari lalu di Hutan Bukit Barisan, antara Kabupaten Solok dan Kota Padang, pada Rabu (29/5/2013) sore ditemukan. Mereka ditemukan warga Jorong Ujung Ladang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, yang menyusuri ulang rute rombongan itu sejak Selasa lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Solok Abdul Manan, saat dihubungi Rabu malam, membenarkan adanya penemuan itu. Saat ini, tim merawat enam anggota rombongan, termasuk Syafri, karena keletihan dan tidak bisa lagi bergerak.

Koordinator Manajer Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Barat, Ade Edward, menambahkan, proses evakuasi baru akan mulai dilakukan pada Kamis pagi ini. "Mereka akan dibawa menuju Kota Padang," katanya.

Semua korban dalam kondisi selamat dan hanya mengalami luka lecet. Adapun gangguan kesehatan lain relatif hanya anomali pencernaan serta keletihan.

Sementara itu, titik keluar di Kota Padang diperkirakan di kawasan perkampungan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. "Rombongan itu paling cepat tiba di titik akhir pada Kamis sore atau bisa juga pada Jumat karena perjalanan butuh sekitar 12 jam, ditambah dengan kondisi membawa sebagian anggota rombongan yang sakit," ujar Ade.

Saat ditemukan, rombongan tersebut berada di kawasan sekitar puncak perbukitan. Lokasi itu merupakan titik di mana rombongan besar mulai terpecah pada Minggu siang.

Lokasi ini sesuai dengan perkiraan sebelumnya di kawasan perbukitan pada ketinggian 1.100- 1.400 meter di atas permukaan laut. Hal itu seperti keterangan Mulyadi (40), satu dari 19 orang anggota rombongan tersebut yang lebih dulu tiba di kawasan Aie Dingin, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa pagi.

"Kesepakatan kami, rombongan di belakang mengikuti tanda yang kami bikin setelah rombongan kami terpisah," kata Mulyadi.

Seperti diberitakan, rombongan DPRD Solok, berjumlah 40 orang, yang berangkat dari Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, pada Sabtu (25/5/2013) pagi, hilang. Sebanyak 19 orang di antaranya sudah kembali, tetapi yang lainnya tersesat di hutan. 

Aburizal Bakrie Ditenggelamkan

Patung Aburizal Bakrie Ditenggelamkan di Kolam Lumpur Sidoarjo

  • Penulis :
  • MannaB,,Rabu, 29 Mei 2013 | 12:34 WIB
Patung raksasa mirip Aburizal Bakrie buatan korban lumpur Sidoarjo, akan ditenggelamkan di kolam lumpur Sidoarjo, Rabu (29/5/2013). | KOMPAS.com/Achmad Faizal
SIDOARJO, KOMPAS.com — Sebuah patung berbentuk Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical diarak ratusan warga korban lumpur Sidoarjo di bibir kolam lumpur, Rabu (29/5/2013).

Patung tersebut rencananya akan ditenggelamkan ke dasar kolam lumpur tak jauh dari lokasi demo. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan warga atas pemilik perusahaan gas PT Lapindo Brantas yang menyebabkan semburan lumpur Sidoarjo sejak tujuh tahun lalu dan tak tuntas sampai saat ini.

Patung berbahan kertas berukuran sekitar 5 meter itu didesain memakai jas warna kuning, memakai kacamata, dan membawa tas berisi uang. ''Patung ini agar mata dunia tahu, Aburizal Bakrie inilah yang membuat kerusakan di Sidoarjo,'' kata Gugun Muhammad dari Urban Poor Konsorsium, LSM pendamping warga korban lumpur Sidoarjo.

Gugun mengaku heran, tujuh tahun berjalan, Aburizal Bakrie seperti tidak terganggu dengan jeritan korban lumpur yang sampai saat ini belum terbayar beserta dampak lingkungannya. ''Dia justru akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan dari Partai Golkar,'' ujarnya.

Selain membawa patung raksasa, aksi memperingati tujuh tahun lumpur Sidoarjo di bibir kolam Desa Mindi, Kecamatan Porong, juga diramaikan dengan munculnya boneka jalangkung berkostum kaus sejumlah partai. Hal itu, kata Gugun, sebagai bentuk sindiran bahwa selama ini banyak parpol yang menjadikan korban lumpur sebagai komoditas politik.

Tragedi lumpur Sidoarjo terjadi 29 Mei, tujuh tahun lalu. Lumpur dari dalam perut bumi menggenangi belasan desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Ribuan keluarga mengungsi dan terpaksa meninggalkan komunitas sosial yang terbangun sejak puluhan tahun. https://www.facebook.com/mansursaharyherbert.nababan?ref=tn_tnmn

Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Naik

BI: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Naik

Inflasi akan naik menjadi 7,76% berarti nilai Rupiah semakin Anjlok..Bagaimana pendapat Rakyat Indonesia...?

  • Penulis :
  • MannaB,,,Senin, 27 Mei 2013 | 13:28 WIB
Agus Darmawan Wintarto Martowardojo | PRIYOMBODO
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berbeda dalam penentuan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terhadap inflasi. BI memperkirakan nilai inflasi lebih tinggi dibanding perkiraan pemerintah.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, inflasi akan semakin tinggi bila pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi pada pertengahan Juni mendatang. "Inflasi tahunan akan mencapai 7,76 persen," kata Agus saat Rapat Kerja RAPBN Perubahan dengan Komisi XI DPR Jakarta, Senin (27/5/2013).
Nilai inflasi ini lebih tinggi dari perkiraan pemerintah sebesar 7,2 persen. Namun, BI dan pemerintah sepakat soal dampak inflasi akan terasa dalam 5-6 bulan setelah pemberlakuan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Agus memperkirakan, kenaikan harga BBM akan memberikan tambahan inflasi sepanjang 2013 sebesar 2,46 persen. Kontribusi inflasi yang terbesar dari kenaikan harga premium sebesar 1,22 persen dan solar hanya 0,01 persen.
"Tapi, kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut akan memberi dampak kenaikan tarif angkutan, khususnya angkutan darat, termasuk taksi sekitar 20 persen," tambahnya.
Agus merinci kontribusi inflasi dari angkutan memang beragam. Untuk angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP), kontribusinya 0,00 persen, angkutan antarkota 0,12 persen, angkutan dalam kota 0,68 persen, angkutan laut 0,00 persen, tarif kereta api 0,00 persen, dan taksi 0,02 persen.
Sekadar catatan, pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi untuk premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan untuk solar naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter.

Rabu, 29 Mei 2013

Harga BBM Naik, Jumlah Orang Miskin Naik Jadi 30 Juta

Bagaimana pendapat Sahabat2ku, Bila

Harga BBM Naik, Jumlah Orang Miskin Naik Jadi 30 Juta...???

  • Penulis :
  • MannaB
  • Senin, 27 Mei 2013 | 22:06 WIB
Ilustrasi Kemiskinan di pinggiran Kota Jakarta | KOMPAS/AGUS SUSANTO
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengatakan, jumlah orang miskin akan bertambah jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang direncanakan dilakukan pada pertengahan Juni mendatang.
Menteri Perencaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, jumlah orang miskin pada tahun ini akan naik dari 10,5 persen menjadi 12,1 persen. "Ada kenaikan angka kemiskinan sebesar 1,6 persen atas dampak kenaikan harga BBM bersubsidi ini," kata Armida saat Rapat Kerja Pembahasan RAPBN 2013 di Komisi XI Jakarta, Senin (27/5/2013).
Armida menambahkan, jika saat ini jumlah penduduk mencapai 250 juta, maka jumlah orang miskin setelah kenaikan BBM menjadi 30,250 juta orang. Padahal sebelumnya, dengan asumsi harga bensin tetap Rp 4.500 per liter, tahun 2013 ini diprediksi angka kemiskinan hanya 26,250 juta. Dengan demikian, akibat kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut, maka jumlah orang miskin baru mencapai 4 juta jiwa.
Di sisi lain, kenaikan harga BBM bersubsidi memang akan berdampak terhadap daya beli masyarakat. Daya beli akan terpukul akibat kenaikan sejumlah harga yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi. Masalahnya, saat pembahasan angka kemiskinan ini, pemerintah sempat bingung menjelaskan jumlah angka kemiskinan akibat menaikkan harga BBM bersubsidi ini.
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Anna Muawanah mengatakan, data angka kemiskinan akibat kenaikan harga BBM bersubsidi ini belum jelas. Sebab, pemerintah hanya menjelaskan hasil akhirnya.
"Data itu diperoleh dari mana. Itu tentu saja akan mempengaruhi daftar penerima dana kompensasi kenaikan BBM bersubsidi ini," kata Anna. Senada dengan Anna, Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Harry Azhar Aziz juga menjelaskan bahwa data angka kemiskinan tersebut belum jelas.
Apalagi, jumlah penerima dana kompensasi ini sekitar 15,5 juta orang. "Data itu yang mengeluarkan siapa, survei dari mana, apakah Badan Pusat Statistik (BPS) atau dari mana," kata Harry.

Kita dukung Mansur Nababan

                        MANSUR NABABAN, ST

Calon Anggota DPRD Tk.II Kota Medan DAPIL III Meliputi Kecamatan:

  1. Medan Helvetia
  2. Medan Petisah
  3. Medan Barat
  4. Medan Baru

KITA DUKUNG Drs. NIKSON NABABAN SEBAGAI TAPUT-1

Perjuangkan Anak Muda, Partai Akan Menang

Perjuangkan Anak Muda, Partai Akan Menang

  • Penulis :
  • MannaB, Rabu, 29 Mei 2013 | 18:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta membagikan Kartu Jakarta Sehat di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (27/5/2013) pagi. | Fabian Januarius Kuwado/ KOMPAS.COM
JAKARTA, KOMPAS.com — Fenomena kemenangan Joko Widodo yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta menjadi tren di masa depan. Partai mana pun yang memperjuangkan anak muda diyakini akan meraih kemenangan.
Keniscayaan itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait, di Jakarta, Rabu (29/5/2013).
Maruarar mengatakan, partainya sadar betul, ke depan fenomena anak muda sebagai pembawa energi baru dan sumber perubahan yang merakyat akan menjadi pilihan. Inilah politik warga.
Fase itu sudah dilalui oleh Jokowi. Kini, PDI-P yang sudah mengusungnya menjadi Jakarta-1 harus memberikan dukungan kuat dalam fase pembuktian. Sesudah dipilih menjadi pemimpin di Jakarta, fase pembuktian merupakan fase yang berbahaya saat ini.
Maruarar mengatakan, fase pembuktian yang perlu dilakukan sekuat tenaga oleh Jokowi adalah kinerja dalam program Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta mengatasi kemacetan dan banjir.