Cari Blog Ini

Senin, 17 Juni 2013

APA KATA BASUKI WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA TENTANG SEKOLAH ANAK ORANG KAYA..?

Anak Orang Kaya Punya Alphard, Masuk Al Azhar

 Dibaca: 364794   Komentar : 455
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mengunjungi SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2012).
JAKARTA,— Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak boleh ada pungli di sekolah unggulan milik Pemprov DKI, SMA MH Thamrin. SMA tersebut harus mendukung anak kurang mampu, bukan menampung orang kaya.

Basuki menegaskan, anak kurang beruntung secara ekonomi meski dengan IQ pas-pasan harus diperbolehkan masuk ke sekolah tersebut. Sebab, negara yang membiayai sekolah tersebut.

"Filosofinya, semakin kurang beruntung nasib seorang anak karena penghasilan bapaknya rendah sekali, gizinya kurang, IQ-nya pas saja untuk tidak dikatakan idiot, masukkan dia ke sekolah unggulan tersebut. Karena itu negara yang bayar," kata pria yang akrab disapa Ahok itu dalam video di Youtube berjudul "14 Nov 2012 Wagub Bpk Basuki T Purnama menerima paparan Dinas Pendidikan".

"Jika anak orang kaya punya Alphard, sekolah aja di Al Azhar. Anak saya pun tidak boleh sekolah di MHT karena MHT didirikan untuk anak-anak tidak mampu supaya mereka bisa mengubah nasib untuk masa yang akan datang. Jadi, jangan dibalik," ujar Basuki lagi.

Meski begitu, Basuki mempersilakan jika orangtua murid ingin memberi sumbangan atau iuran. Namun, tidak boleh dikelola oleh pihak sekolah dan harus disetor ke kas daerah.

"Silakan MHT tentukan iurannya mau berapa. Kalau dia mau bikin iuran, diserahkan ke APBD untuk dikelola lagi. Jadi, tidak ada lagi komite urusan iuran," ujarnya.

Jika ada anak tidak mampu untuk membayar iuran, kata Basuki, Pemprov DKI yang akan membayarkan.

"Kalau maunya saya Pak, MHT ini 100 persen untuk anak-anak tidak mampu," ujar Basuki.
Sebelumnya, Ketua Komite Sekolah SMA MH Thamrin mengungkapkan bahwa pihak sekolah mengenakanRp 30 juta per tahun untuk satu orang siswa saat pertemuan dengan Wakil Gubernur, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Komite Sekolah, dan pihak SMA MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Dedi yang mewakili 195 murid yang mengenyam pendidikan di sekolah unggulan tersebut merasa keberatan atas pungutan tambahan dari pihak sekolah. Padahal, pada saat pendaftaran masuk sekolah, iklan sekolah di internet menyebutkan bahwa sekolah tersebut ditanggung oleh APBD.

APBD untuk sekolah tersebut senilai Rp 3,7 miliar untuk tahun 2012/2013. Sementara itu, dana yang ditarik dari orangtua murid Rp 7,85 miliar per tahun. Artinya, dana orangtua lebih besar 213 persen dari APBD.

DPRD MEMANG OON...!!!

DPRD Minta Jokowi Kurangi Jalan-jalan

 Dibaca: 348561   Komentar : 1745
KOMPAS/LASTI KURNIA
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi Terminal Kampung Melayu, J Jakarta, Rabu (17/10/2012). Pada hari kedua masa kerjanya, Joko Widodo yang akbrab dipanggil Jokowi sidak ke sejumlah terminal di Jakarta .
JAKARTA,— Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diminta untuk tidak terlalu sering turun ke lapangan dan lebih memikirkan sejumlah permasalahan lain yang lebih penting. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin meminta Jokowi agar memperhatikan nasib Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Menurut Nurdin, persoalan Blok A Tanah Abang lebih krusial ketimbang jalan-jalan ke lokasi permukiman warga. "Jangan sampai Blok A Pasar Tanah Abang jatuh ke tangan swasta. Ini persoalan bisnis dan Blok A itu aset Pemprov DKI. Kalau bisa, kurangi sedikit jalan-jalannya, lihat berkas lama PD Pasar Jaya," ujar Nurdin, Jumat (19/10/2012).

Politisi PKS itu mendesak Jokowi segera mengambil langkah nyata demi menyelamatkan Blok A Pasar Tanah Abang. Menurutnya, Jokowi harus memberikan opininya sehingga bisa menyelamatkan Blok A.
Sebagai catatan, Blok A Pasar Tanah Abang terancam terlepas dari tangan Pemprov DKI karena PT Priamanaya Djan International (PT PDI) telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, persoalan tersebut terkait perjanjian kerja sama antara PD Pasar Jaya dan PT PDI yang seharusnya berakhir pada 2008, lalu diperpanjang hingga 16 Desember 2009, dan kemudian status quo hingga 1 April 2011.
Persoalan ini juga sudah diaudit investigatif oleh Badan Pengelola Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dari audit yang terbit pada 26 Maret 2012, ada indikasi kerugian negara dari pendapatan yang tidak dapat direalisasi sekurang-kurangnya Rp 179,56 miliar. Selain itu, kerugian juga ditimbulkan karena tertundanya kesempatan Pasar Jaya untuk mengelola Pasar Blok A.
Jokowi yang sempat ditanya mengenai persoalan ini mengaku belum mengetahui akar permasalahan sengketa kepemilikan Blok A Tanah Abang itu. "Saya tidak tahu. Masalah di Jakarta banyak sekali. Saya harus pelajari satu-satu, baru saya bisa komentar," 

Kenapa Jero Wacik Kena yang Getahnya...???

Harga BBM Akan Naik, Jero Wacik Kena Getahnya

  • Penulis :
  • MannaB..Senin, 17 Juni 2013 | 11:56 WIB
Salah satu spanduk yang bertuliskan Pecat Menteri Banci Jero Wacik dalam aksi unjuk rasa menentang rencana kenaikan BBM di depan Gedung DPR RI, Senin (17/6/2013) | Alsadad Rudi
JAKARTA,- Pendemo yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi telah tiba di depan Gedung DPR, Senayan. Mereka langsung memasang belasan spanduk yang tulisannya menolak kenaikan harga BBM.
Deretan spanduk-spanduk tampak telah menghiasi bagian depan Gedung DPR RI, Senin (17/6/2013), sekitar pukul 10.30 WIB. Spanduk-spanduk tampak dipasang baik di pagar depan gedung maupun di pagar pembatas tol dalam kota, persis di depan wakil rakyat tersebut.
Spanduk-spanduk tersebut di antaranya bertuliskan "Pecat Menteri Banci Jero Wacik", "Tangkap dan Penjarakan Mafia dan Pengemplang Pajak Penyebab Defisit APBN" dari Majelis Pekerja Buruh Indonesia, dan "BBM Naik Upah Buruh Tergerus" dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Salah satu orator aksi unjuk rasa dari FSPMI, Nurdin menegaskan, tujuan aksi mereka pada hari ini untuk mengawal jalannya Rapat yang akan dilaksanakan oleh anggota DPR untuk menentukan apakah BBM naik atau tidak.
"Kita tegaskan bahwa kita menolak kenaikan BBM, walaupun akan dijanjikan akan diberi Balsem (BLSM). Karena kita tahu, Balsem tidak akan kita nikmati, tetapi akan dinikmati oleh oknum mereka-mereka (Pemerintah) juga," ucap Nurdin.
Pengamatan Kompas.com, sejumlah massa telah berkumpul di depan Gedung DPR RI sekitar pukul 10.15 WIB, atau selepas redanya hujan. Adapun elemen massa yang berkumpul terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia. Diperkirakan jumlahnya sekitara 500-an orang.