Cari Blog Ini

Jumat, 03 Januari 2020

TELKOM INDONESIA BUKA LOWONGAN UTK S1&S2

Telkom Indonesia Buka Lowongan untuk S1 dan S2, Ini Rinciannya 

mannab1010.blogspot.com - 03/01/2020, 17:36 WIB BAGIKAN: Komentar Lwongan PT Telkom Indonesia untuk lulusan Sarjana (S-1) dan Magister (S-2) dari 1-14 Januari 2020.(rekrutmen.telkom.co.id) Penulis Dandy Bayu Bramasta | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia membuka lowongan pekerjaan untuk lulusan Sarjana (S1) dan Magister (S2). Hal itu sesuai yang tertera dalam laman perekrutan resmi PT Telkom di rekrutmen.telkom.co.id. Lowongan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi di Indonesia tersebut diberi tajuk "Great People Trainee Program Batch XII". Saat dikonfirmasi, VP Corporate Communication PT Telkom Indonesia Arif Prabowo membenarkan informasi adanya lowongan kerja di lingkungannya tersebut. "Iya, benar bahwa Telkom sedang mencari talenta-talenta terbaik untuk bisa bergabung bersama kami. Informasi selanjutnya dapat mengunjungi laman resmi web kami," kata Arif saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/1/2020). Adapun periode pendaftaran lowongan PT Telkom tersebut pada 1-14 Januari 2020. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi pelamar: Warga Negara Indonesia; Telah menyelesaikan masa studi dengan melampirkan ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL); Belum berusia 25 tahun untuk S1 dan 28 tahun untuk S2 per Januari 2020; IPK minimal 3.00 untuk S1, dan 3.50 untuk S2; Bersedia menjalani masa ikatan dinas; Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Telkom. Dalam laman perekrutan PT Telkom tersebut dijelaskan, hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi yang akan diproses. Baca juga: BUMN Surveyor Indonesia Buka Lowongan untuk D-III dan S1, Berikut Perinciannya... Bidang Pekerjaan Selain itu, dijelaskan pula terdapat 8 bidang pekerjaan yang ditawarkan. Di antaranya adalah Risk & Compliance, Commerce & Relation, Business Effectiveness & Development, Telecommunication, Information Technology, Human Capital, Finance dan Digital Product & Service. Halaman Selanjutnya 1. Risk & Compliance Halaman: 1 2 3 Show All Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku Video Pilihan TAG: lowongan kerja pt telkom jakarta S-2 BUMN pelat merah PT Telkom Indonesia S-1 loker telkom Loker PT Telkom Lowongan PT Telkom REKOMENDASI UNTUK ANDA

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telkom Indonesia Buka Lowongan untuk S1 dan S2, Ini Rinciannya", https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/03/173600465/telkom-indonesia-buka-lowongan-untuk-s1-dan-s2-ini-rinciannya.
Penulis : Dandy Bayu Bramasta
Editor : Sari Hardiyanto

JENDERAL TOP IRAN TEWAS

Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS "atas Arahan Presiden" 
mannab1010.blogspot.com - 03/01/2020, 11:49 WIB BAGIKAN: Komentar (1) Mayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan cabang dari Garda Revolusi Iran. Soleimani disebut tewas dalam serangan yang terjadi di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). AS mengumumkan mereka yang melakukan serangan atas arahan presiden.(AFP via BBC) Penulis Ardi Priyatno Utomo | Editor Ardi Priyatno Utomo WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS melalui Pentagon mengumumkan, jenderal top Iran Qasem Soleimani tewas dalam serangan "atas arahan presiden". Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan cabang Garda Revolusi, tewas dalam serangan rudal di bandara Baghdad, Irak. Menteri Luar Negeri Iran, Mohamed Javad Zarif, menyebut langkah itu "berbahaya dan berpotensi menyulut eskalasi konyol". Baca juga: Komandan Top Iran Tewas dalam Serangan di Bandara Irak "Atas arahan presiden, militer AS menggunakan tindakan penting dengan membunuh Qasem Soleimani, Kepala Pasukan Quds," ujar Pentagon. Dilansir AFP dan BBC Jumat (3/1/2020), langkah itu diambil guna mencegah rencana serangan Teheran di masa mendatang. Pentagon menyatakan, perwira berpangkat Mayor Jenderal itu secara aktif merencanakan serangan terhadap diplomat maupun militer AS di Timur Tengah. "Jenderal Soleimani dan Pasukan Quds bertanggung jawab atas kematian ratusan warga AS maupun koalisi, serta ribuan orang yang terluka," jelas Pentagon. Washington menjelaskan, perwira tinggi berusia 62 tahun itu mendalangi serangan terhadap markas mereka di Irak. Termasuk, serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor sipil AS di wilayah Kirkuk pada Jumat pekan lalu (27/12/2019). "Amerika Serikat akan terus melanjutkan segala tindakan untuk melindungi warga dan kepentingan kami di mana pun mereka berada," tegas Pentagon. Sementara Presiden Donald Trump merilis gambar bendera AS dalam kicauannya di Twitter menyusul kematian komandan top Iran itu. Halaman Selanjutnya Militer Irak menyatakan, Bandara Internasional… Halaman: 1 2 Show All Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku Video Pilihan Sumber BBC,AFP TAG: iran Irak trump Presiden AS jenderal Qasem Soleimani Berita Terkait Demonstran Irak Pendukung Iran Serang Kedutaan Besar AS Diancam Irak karena Serang Milisi Pro-Iran di Wilayahnya, Ini Jawaban AS AS Serang Milisi Pro-Iran di Wilayahnya, Begini Ancaman Irak Gelar Latihan Gabungan dengan Rusia dan China, Iran Beri Pesan kepada AS Gelar Serangan Udara di Irak dan Suriah, AS Klaim Tewaskan 19 Milisi Pro-Iran REKOMENDASI UNTUK ANDAPowered by   INTERNASIONAL Jenderal Top Iran Tewas Diserang AS,... INTERNASIONAL Jenderal Top Iran Tewas Diserang atas... INTERNASIONAL Komandan Top Iran Tewas dalam Serangan... INTERNASIONAL [POPULER INTERNASIONAL] CCTV Rekam Wanita Dihajar... INTERNASIONAL Helikopternya Jatuh, Jenderal Taiwan Ini Tewas REGIONAL As Roda Patah, Truk Mundur Tabrak... REGIONAL [POPULER NUSANTARA] Warga Tangkap Ribuan Ikan... REGIONAL Lampu Runway Selesai Diperbaiki, Aktivitas Bandara... KOMENTAR 1 Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Kirim Muhammad Timbang Jumat, 3 Jan 2020 | 15:54 WIB Laporkan arogan amat ya amerika 0 0 Balas TERKINI LAINNYA Jenderal Top Iran Tewas Diserang atas Perintah Trump, DPR AS Tak Diberi Tahu INTERNASIONAL 03/01/2020, 17:22 WIB Jenderal Top Iran Tewas Diserang AS, Eks Komandan Garda Revolusi: Kami Akan Balas Dendam INTERNASIONAL 03/01/2020, 12:30 WIB Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS "atas Arahan Presiden" INTERNASIONAL 03/01/2020, 11:49 WIB Komandan Top Iran Tewas dalam Serangan di Bandara Irak INTERNASIONAL 03/01/2020, 09:32 WIB [POPULER INTERNASIONAL] CCTV Rekam Wanita Dihajar Habis-habisan | 16 Napi Tewas dalam Laga Sepak Bola INTERNASIONAL 03/01/2020, 08:52 WIB Helikopternya Jatuh, Jenderal Taiwan Ini Tewas INTERNASIONAL 02/01/2020, 21:56 WIB Penumpang Mengeluh, Bus Sri Lanka Diminta Kecilkan Suara Musik INTERNASIONAL 02/01/2020, 20:54 WIB CCTV Rekam Seorang Wanita Dihajar Habis-habisan oleh Pria INTERNASIONAL 02/01/2020, 20:30 WIB Aktivis Greta Thunberg Ogah Habiskan Waktu Bicara dengan Trump INTERNASIONAL 02/01/2020, 11:52 WIB Laga Sepak Bola antara 2 Kartel Narkoba Rival Rusuh, 16 Napi Tewas INTERNASIONAL 02/01/2020, 08:31 WIB Kebun Binatang di Jerman Terbakar, Simpanse hingga Orangutan Mati INTERNASIONAL 02/01/2020, 07:58 WIB [POPULER INTERNASIONAL] Paus Fransiskus Minta Maaf Pukul Tangan Wanita | AS Kirim 750 Tentara INTERNASIONAL 02/01/2020, 07:03 WIB Kedutaan Besar di Irak Diserang, AS Bakal Kirim 750 Tentara ke Timur Tengah INTERNASIONAL 01/01/2020, 23:38 WIB Terekam Pukul Tangan Seorang Wanita, Paus Fransiskus Meminta Maaf INTERNASIONAL 01/01/2020, 23:11 WIB Kim Jong Un "Lewatkan" Pidato Tahun Baru INTERNASIONAL 01/01/2020, 22:07 WIB 1 2 3 Next TERPOPULER 1 Terekam Pukul Tangan Seorang Wanita, Paus Fransiskus Meminta Maaf Dibaca 151.378 kali 2 Kedutaan Besar di Irak Diserang, AS Bakal Kirim 750 Tentara ke Timur Tengah Dibaca 28.020 kali 3 Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS "atas Arahan Presiden" Dibaca 27.713 kali 4 Jenderal Top Iran Tewas Diserang AS, Eks Komandan Garda Revolusi: Kami Akan Balas Dendam Dibaca 21.812 kali 5 CCTV Rekam Seorang Wanita Dihajar Habis-habisan oleh Pria Dibaca 12.100 kali NOW TRENDING Anies: Anak-anak Senang Main Tuh Saat Banjir Pasca-banjir, Disdik DKI Jakarta Pastikan 6 Januari 2020 Siswa Mulai Sekolah Dulu Tenggelamkan Kapal China, Susi: Kenapa Sekarang Tidak Bisa? Bersiap, Saksikan Puncak Hujan Meteor Quadrantid Sabtu Dini Hari Nanti Viral Tagihan Restoran Rp 1,6 Juta di Samosir, Pemilik: Biaya untuk Puluhan Orang Remaja Perempuan yang Viral Joget di Pinggir Jalan Positif Gunakan Narkoba Mengatasi Banjir Jakarta, dari Raja Purnawarman, Jokowi-Ahok, hingga Anies Baswedan Saat Jokowi Tinjau Waduk Pluit secara Mendadak Pasca-Banjir KOMENTAR DI ARTIKEL LAINNYA Viral Tagihan Restoran Rp 1,6 Juta di Samosir, Pemilik: Biaya untuk Puluhan Orang REGIONAL - 03-01-2020 Kasim Sami Aji makanya sering sering makan diluar sama keluarga dan kerabat jadi ga kagetan , pengin aman bawa... Remaja Perempuan yang Viral Joget di Pinggir Jalan Positif Gunakan Narkoba REGIONAL - 03-01-2020 mas hartono hemmmm yg kelakuan bener aja masa depan masih suram....apalagi macam ini Mengatasi Banjir Jakarta, dari Raja Purnawarman, Jokowi-Ahok, hingga Anies Baswedan TREN - 03-01-2020 Ricky Setiawan ya kl da salah ngaku aja la ga usa ngeles melulu itu yg biin warga... Saat Jokowi Tinjau Waduk Pluit secara Mendadak Pasca-Banjir NASIONAL - 03-01-2020 Bravo Vespa krn presiden sdh tdk

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS "atas Arahan Presiden"", https://internasional.kompas.com/read/2020/01/03/11492351/jenderal-top-iran-tewas-dalam-serangan-as-atas-arahan-presiden.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

BEDA PANDANGAN

Beda Pandangan antara Jokowi, Basuki dan Anies soal Banjir Jakarta... 

mannab1010.blogspot.com - 02/01/2020, 20:33 WIB BAGIKAN: Komentar (53) Kolase foto gubernur DKI Jakarta anies Baswedan, Presiden Joko Widodo, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono(KOMPAS.com/Dok. Wika Persero/Albertus Adit) Penulis Dandy Bayu Bramasta | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (1/1/2020) diduga tak lepas dari hujan ekstrem yang mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) pagi. Kendati demikian, sejumlah wilayah yang terpantau banjir, Kamis (2/1/2020) siang ini dikabarkan mulai surut. Selain menimbulkan kerugian harta benda, banjir di Jabodetabek menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (2/1/2020) pukul 12.00 WIB juga merenggut 16 korban jiwa. Belasan korban jiwa tersebut dikabarkan meninggal akibat terkena hipotermia dan tersengat listrik, serta tertimbun longsoran. Tak hanya itu saja, banjir Jakarta juga membuat pihak terkait seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadi Muljono, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara. Berikut pernyataannya: Basuki Hadimuljono Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat memberikan sambutan di acara Foreng 10 yang diselenggarakan oleh WIKA Persero, Selasa (12/11/2019).(Dok. WIKA Persero) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa 17 km dari 33 km kali Ciliwung belum dinormalisasi. Dampak yang terlihat akibat tidak dilanjutkannya program normalisasi sungai Ciliwung tersebut membuat sejumlah wilayah di DKI Jakarta kebanjiran. Menurut Basuki, sungai yang terjamin bebas dari luapan banjir baru sepanjang 16 km. Hal itu diungkapkannya usai meninjau lokasi banjir di kawasan Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (1/1/2020). "Mohon maaf, Bapak Gubernur, selama penyusuran Kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani, dinormalisasi 16 km," kata Basuki seperti dikutip Kompas.com (1/1/2020). Halaman Selanjutnya Basuki mengungkapkan, upaya normalisasi akan… Halaman: 1 2 Show All Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku Video Pilihan TAG: jakarta Joko Widodo banjir Jakarta Basuki Hadimoeljono banjir Tangerang Anies banjir Presiden Joko Widodo (Jokowi) PUPR titik banjir jakarta banjir bekasi banjir 1 januari 2020 REKOMENDASI UNTUK ANDAPowered by   TREN Daftar Kontak Posko Penanganan Banjir Jakarta... TREN Saat Curah Hujan Ekstrem Dituding Jadi... TREN [POPULER TREN] Banjir Jakarta dan Sekitarnya... TREN Awal Tahun 2020, Ini Rincian Banjir... TREN Update Banjir Jakarta: 47 Persen Gardu... TREN Banjir Jakarta, Anies Pastikan Semua Jajaran... TREN Banjir Jakarta, Berikut Update 13 Ruas... TREN Catat, Ini Daftar Kontak Bantuan Evakuasi...

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beda Pandangan antara Jokowi, Basuki dan Anies soal Banjir Jakarta...", https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/02/203326665/beda-pandangan-antara-jokowi-basuki-dan-anies-soal-banjir-jakarta.
Penulis : Dandy Bayu Bramasta
Editor : Sari Hardiyanto

Kondisi GPIB KK MEDAN seblm & sesdh di CAT Des.2019


KONDISI GPIB KK MEDAN 
DESEMBER 2019





JABODETABEK BANJIR

Banjir Jakarta: Normalisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat Kompas.com - 02/01/2020, 16:46 WIB BAGIKAN: Komentar (37) Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR) Penulis Dani Prabowo | Editor Bayu Galih JAKARTA, KOMPAS.com – Tingginya curah hujan hingga level ekstrem disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek pada Rabu (1/1/2020). Selain itu, banjir juga disinyalir terjadi akibat tidak dilanjutkannya program normalisasi sungai yang melewati wilayah DKI Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu kegiatan normalisasi yang dilakukan yakni terhadap Sungai Ciliwung. Namun, dari 33 kilometer rencana normalisasi, baru 16 kilometer yang kini telah tertangani. "Dari 16 kilometer itu kalau kita lihat, Insya Allah, aman dari luapan. Tapi yang belum dinormalisasi tergenang," kata Basuki saat memberikan keterangan usai meninjau sejumlah lokasi banjir di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu sore. Baca juga: Kepada Anies, Menteri Basuki Sampaikan 17 dari 33 Km Kali Ciliwung Belum Dinormalisasi Normalisasi sendiri awalnya merupakan program pengendalian banjir yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Khusus Ibu Kota DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perda itu mengamanatkan pengembangan prasarana pengendalian banjir dan drainase, salah satunya dilakukan dengan normalisasi aliran 13 sungai. Aturan kegiatan normalisasi kemudian kembali ditegaskan di dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Baca juga: Jangan Bandingkan Normalisasi dan Naturalisasi! Dalam aturan tersebut, normalisasi didefiniskan sebagai sebuah metode penyediaan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Kegiatan ini dilakukan karena kapasitas sungai yang mengecil akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik, dan penyalahgunaan untuk permukiman. Pemerintah pusat pun sejak 2014 ikut andil membantu Pemprov DKI dalam upaya pengendalian banjir. Baca juga: Update, BNPB: 16 Meninggal akibat Banjir Jabodetabek, 8 di Jakarta Salah satunya yakni dengan cara pengerukan untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheetpile atau batu kali (dinding turap) untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul. Halaman: 1 2 3 4 5 Show All Baca tentang Banjir Jakarta, Tangerang, Bekasi Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Jakarta: Normalisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/02/16464381/banjir-jakarta-normalisasi-yang-terhambat-dan-hasil-naturalisasi-yang-belum.
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Bayu Galih

JABODETABEK BANJIR

Banjir Jakarta: Normamannab1010@gmail.comlisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat Kompas.com - 02/01/2020, 16:46 WIB BAGIKAN: Komentar (37) Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR) Penulis Dani Prabowo | Editor Bayu Galih JAKARTA, KOMPAS.com – Tingginya curah hujan hingga level ekstrem disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek pada Rabu (1/1/2020). Selain itu, banjir juga disinyalir terjadi akibat tidak dilanjutkannya program normalisasi sungai yang melewati wilayah DKI Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu kegiatan normalisasi yang dilakukan yakni terhadap Sungai Ciliwung. Namun, dari 33 kilometer rencana normalisasi, baru 16 kilometer yang kini telah tertangani. "Dari 16 kilometer itu kalau kita lihat, Insya Allah, aman dari luapan. Tapi yang belum dinormalisasi tergenang," kata Basuki saat memberikan keterangan usai meninjau sejumlah lokasi banjir di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu sore. Baca juga: Kepada Anies, Menteri Basuki Sampaikan 17 dari 33 Km Kali Ciliwung Belum Dinormalisasi Normalisasi sendiri awalnya merupakan program pengendalian banjir yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Khusus Ibu Kota DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perda itu mengamanatkan pengembangan prasarana pengendalian banjir dan drainase, salah satunya dilakukan dengan normalisasi aliran 13 sungai. Aturan kegiatan normalisasi kemudian kembali ditegaskan di dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Baca juga: Jangan Bandingkan Normalisasi dan Naturalisasi! Dalam aturan tersebut, normalisasi didefiniskan sebagai sebuah metode penyediaan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Kegiatan ini dilakukan karena kapasitas sungai yang mengecil akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik, dan penyalahgunaan untuk permukiman. Pemerintah pusat pun sejak 2014 ikut andil membantu Pemprov DKI dalam upaya pengendalian banjir. Baca juga: Update, BNPB: 16 Meninggal akibat Banjir Jabodetabek, 8 di Jakarta Salah satunya yakni dengan cara pengerukan untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheetpile atau batu kali (dinding turap) untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul. Halaman: 1 2 3 4 5 Show All Baca tentang Banjir Jakarta, Tangerang, Bekasi Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Jakarta: Normalisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/02/16464381/banjir-jakarta-normalisasi-yang-terhambat-dan-hasil-naturalisasi-yang-belum.
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Bayu Galih

MAKNA NATAL

MAKNA NATAL

RENUNGAN PAGI: Filipi 2:5-8

Merayakan Hari Natal sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang Kristen. Oleh karena itu seringkali makna Natal yang sesungguhnya tidak lagi begitu dipedulikan. Maka wajarlah bila perayaan Hari Natal itu tidak lagi membawa perubahan apa-apa bagi mereka, kecuali keletihan dan anggaran keuangan yang semakin menipis.
Hari Natal memang sudah biasa dirayakan, tetapi sebenarnya Hari Natal tetap merupakan hari yang luar biasa. Hari Natal mengingatkan orang-orang percaya bahwa Allah pernah datang ke dalam sejarah umat manusia. Hari Natal bukan sekedar merayakan hari lahirnya seorang bayi yang bernama Yesus, tetapi mengingatkan umat manusia bahwa Allah telah berinkarnasi menjadi manusia untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang berdosa.
Pada Hari Natal hendaknya setiap umat Tuhan tidak hanya berpesta ria, tetapi perlu pula menyisihkan waktu untuk merenungkan secara mendalam akan makna yang terkandung dalam inkarnasi Tuhan Yesus.
Allah berfirman melalui Rasul Paulus, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil. 2 : 5 – 8). Firman Tuhan itu berseru kepada setiap orang percaya untuk meneladani Tuhan Yesus Kristus yang telah berinkarnasi pada Hari Natal.
1.  TUHAN YESUS TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
Tuhan Yesus yang di dalam hati dan pikiran-Nya tidak hanya mementingkan diri sendiri, perlu diteladani.
Manusia berdosa yang egois dan egosentris cenderung hanya memikirkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Kalaupun ia memperhatikan orang lain, seringkali itu dikarenakan dua hal: orang lain itu dapat menguntungkan dirinya atau sebaliknya telah merugikan dirinya. Jadi dengan kata lain, ia memperhatikan orang lain hanya semata-mata demi dirinya sendiri.
Sebagai orang-orang yang telah lebih dahulu dikasihi, diselamatkan dan diperbaharui oleh Tuhan Yesus, apakah Anda masih hidup dalam keadaan yang egois dan egosentris? Seharusnya tidaklah demikian! Teladan Tuhan Yesus dalam memikirkan orang lain dan bukan hanya memikirkan diri sendiri harus dicontoh oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya.
2.   TUHAN YESUS DATANG UNTUK MELAYANI
Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk melayani. Hal ini harus diteladani pula! Sebab memikirkan orang lain secara abstrak saja tidaklah cukup, tetapi harus ada tindakan nyata untuk mewujudkannya. Kalaupun Tuhan Yesus, yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan itu, mau datang ke dalam dunia yang hina dan penuh dosa ini, sesungguhnya hal itu sudah merupakan penghargaan yang tiada tara bagi manusia nista. Tetapi yang dilakukannya jauh lebih besar… Ia rela datang untuk melayani (Mat. 20:28).
Apakah manusia bila dibanding dengan Dia yang Mahakudus dan mahamulia? Bila Tuhan Yesus datang ke dalam dunia bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, tidakkah kita sebagai murid-murid-Nya harus melayani dengan lebih sungguh lagi?
Banyak orang yang membutuhkan pelayanan kita, baik saudara-saudara seiman maupun orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Marilah kita melayani dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budi kita serta sesuai dengan kemampuan dan talenta yang ada pada kita.
3.  TUHAN YESUS RELA MENGORBANKAN DIRI
Tuhan Yesus rela berkorban demi umat manusia. Dengan kerelaan-Nya untuk berinkarnasi menjadi manusia, sebenarnya Tuhan Yesus telah memberikan pengorbanan yang besar. Ia tidak terbatas rela menjadi terbatas; Ia yang Mahakaya rela menjadi miskin; Ia yang Mahakuasa dan Mahamulia rela menjadi pelayan. Bukanlah semuanya itu telah menunjukkan suatu pengorbanan yang sangat besar?
Tetapi pengorbanan yang Tuhan Yesus berikan jauh melebihi semuanya itu! Ia rela mati di atas kayu salib demi penebusan dosa umat manusia yang seharusnya binasa. Segala hukuman dan derita yang seharusnya diterima oleh umat manusia telah dipikul-Nya sendiri di atas kayu salib, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tuhan Yesus datang ke dunia pada hari Natal adalah untuk menebus dosa manusia melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
Pelayanan yang berarti senantiasa menuntut adanya pengorbanan. Pengorbanan Kristus yang tiada taranya itu telah membuka lembaran baru bagi manusia. Ia memberi kehidupan yang penuh pengharapan bagi manusia yang sudah tak berpengharapan.
Bagaimana respon Saudara dan saya, orang-orang yang telah diselamatkan-Nya? Apakah ada kerelaan di hati kita untuk berkorban bagi Tuhan, pelayanan dan sesama manusia?  Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang terindah dalam hal kerelaan berkorban. Tidakkah kita mau meneladani-Nya?
Bagaimana kita menghadapi Hari Natal yang merupakan peringatan akan inkarnasi Tuhan Yesus? Mungkin saja Hari Natal ini akan berlalu seperti tahun-tahun kemarin tanpa memberikan dampak dan perubahan yang berarti dalam hidup kita. Tetapi bukan tidak mungkin Hari Natal kali ini mendatangkan berkat Tuhan dan dampak positif dalam hidup kita. Semua itu terpulang kepada bagaimana kita melalui Hari Natal dan bagaimana pula respon kita terhadap Yesus Kristus yang telah berinkarnasi di Hari Natal.