Cari Blog Ini

Rabu, 12 Juni 2013

RUPIAH ANJLOK GARA2 ISSU BBM YANG TIDAK MENENTU..!!!

Rupiah dan IHSG Tersungkur, Pemerintah Tuding Pengaruh Global

  • Penulis :
  • Sandro Gatra
  • Rabu, 12 Juni 2013 | 14:55 WIB
Teller menghitung uang dolar AS di banking hall salah satu bank BNI di Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013). Kondisi mata uang rupiah mengalami penurunan terbesar sejak 20 bulan terakhir. Untuk pasar forward satu bulan ke depan, kurs rupiah turun 2,3 persen menjadi Rp 10.355 per dolar Amerika Serikat (USD) pada pukul 3.00 WIB. | TRIBUNNEWS/HERUDIN
JAKARTA, — Pemerintah menyatakan faktor global lebih dominan dalam menekan nilai tukar rupiah dan indek harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari ini.
Menteri Keuangan M Chatib Basri menjelaskan, investor asing menarik dananya di pasar modal negara-negara berkembang karena sejumlah alasan. Adapun alasan yang dimaksud adalah belum adanya perkembangan dari bank sentral AS (Federal Reserve) terkait stimulus ekonomi yang diberikan kepada Pemerintah AS. Selanjutnya bank sentral Jepang dan bank sentral Eropa memutuskan untuk menghentikan pemberian stimulus ekonomi.
"Jadi, ini lebih kepada fenomena global karena tiga alasan itu. Akibatnya, arus modal asing yang masuk ke emerging market iperkirakan mengalami pengurangan sehingga berpengaruh terhadap seluruh pasar finansial di regional," ujarnya, Rabu (12/6/2013).
Dia mengklaim, kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak begitu berpengaruh terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Chatib menjelaskan, posisi pemerintah sebenarnya sudah jelas, yakni harga BBM bersubsidi akan dinaikkan.
"Saya kira posisi pemerintah mengenai harga BBM bersubsidi sudah jelas bahwa pemerintah akan menaikkan BBM. Saat ini sedang dalam tahap sosialisasi dan persiapan untuk bantuan sosial. Jadi, ini bukan naik atau tidak naik BBM, tapi sudah dalam tahap persiapan," jelasnya.
Dia juga membantah bahwa indeks bursa saham Indonesia terjelek di Asia. Menurut Chatib, pada penutupan kemarin, penurunan indeks bursa saham terdalam dicatat oleh bursa Thailand dan Filipina.
Untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tidak terlalu anjlok, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan terus berkoordinasi agar ekspektasi terhadap perekonomian bisa dikelola.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar